Inilah 10 Bank Syariah Terbesar di Indonesia

JAKARTA – Aksi merger bank syariah anak usaha bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digadang-gadang membuat Indonesia, yang berpenduduk mayoritas muslim, bakal memiliki bank syariah raksasa.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai dengan Juni 2020, total aset perbankan syariah mencapai Rp531,7 triliun dari total 34 bank syariah di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut tumbuh 8,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp486,8 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Rinciannya, total aset 13 bank umum syariah (BUS) sebesar Rp356,3 triliun, naik 9,37% yoy dibandingkan dengan Rp322,9 triliun per Juni 2019. Sementara itu, total aset 21 unit usaha syariah (UUS) sebesar Rp175,4 triliun. Angka ini juga mengalami kenaikan 6,5% yoy ketimbang paruh pertama 2019 sebesar Rp163,9 triliun.

Dari jumlah tersebut, terdapat 10 bank syariah beraset jumbo yang menguasai 78% dari total aset seluruh perbankan syariah di Tanah Air yang dicatat OJK. Total aset ke-10 bank syariah tersebut mencapai Rp415,21 triliun per semester I-2020.

Kendati sepuluh bank syariah tersebut tidak semuanya mengalami kenaikan aset, secara keseluruhan total aset mereka tetap tumbuh 3,6% dibandingkan dengan semester I tahun lalu yang sebesar Rp400 triliun.

Pada posisi ini, empat bank syariah yang menjadi anak usaha Himpunan bank milik negara (Himbara) ikut masuk ke dalam daftar enam besar.

Apabila digabung, total aset tiga bank terbesar yang akan dimerger, yakni PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) sebesar Rp214,76 trilun, atau mencapai 40,39% dari total aset perbankan syariah di Tanah Air.

Kemudian, jika ditambah aset PT BTN Syariah yang masih UUS, jumlahnya menjadi Rp245,84 triliun. Persentase tersebut menduduki lebih dari separuh atau 59,2% dari total aset 10 bank syariah beraset jumbo di Indonesia, dan 47,9% dari total aset perbankan syariah di Indonesia.

Dalam urutannya, tiga bank syariah pelat merah yang akan dimerger menempati tiga posisi jawara. Berikut daftar peringkat 10 bank syariah dengan aset terbesar berdasarkan riset TrenAsia.com terhadap laporan keuangan masing-masing perusahaan pada semester I-2020.

1. Bank Syariah Mandiri

PT Bank Syariah Mandiri yang dipimpin oleh Toni Eko Boy Subari ini berhasil menduduki posisi pertama dengan total aset mencapai Rp114,4 triliun.

Jumlah ini menjadi perolehan aset paling tinggi, sebab nilainya kurang lebih setara dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata aset bank syariah besar lainnya. Pada periode ini, aset anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ini tumbuh 1,9% dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang sebesar Rp112,2 triliun.

Belum lama ini, Mandiri Syariah juga diganjar penghargaan Market Leadership Award 2020 untuk kategori Developing Islamic Banking in Indonesia. Predikat tersebut diberikan oleh Awards Committee of Global Islamic Finance Award (GIFA).

Adapun penilaiannya didasarkan pada scoring penyelenggara atas inovasi, kuantitas, dan kualitas, cross border, peran terhadap perkembangan industri, sharia authenticity, serta komitmen terhadap ekonomi syariah.

2. BNI Syariah

Peringkat kedua masih ditempati oleh bank yang menjadi milik negara, yakni PT BNI Syariah. Meski tak sebesar BSM, total aset BNI Syariah tumbuh 16,2% dari Rp42,29 triliun per Desember 2019 menjadi Rp50,76 triliun per Juni 2019.

Diketahui, sejak awal pendiriannya sepuluh tahun yang lalu, aset awal BNI Syariah masih sebesar Rp6,3 triliun. Namun, jumlahnya terus naik, bahkan kenaikan aset pada periode ini menjadi pertumbuhan paling tinggi dibandingkan sembilan bank syariah besar di Indonesia.

Pada tahun ini, anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNII) ini juga berhasil naik kelas ke bank umum kelompok usaha (BUKU) 3 setelah modalnya bertambah sebesar Rp255 miliar dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun.

3. Bank BRISyariah

PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) menjadi satu-satunya bank syariah milik anak usaha bank BUMN yang sudah go public. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ini berada di urutan ketiga sebagai bank syariah beraset jumbo di Indonesia.

Atas pertimbangan tersebut juga, bank yang dipimpin oleh Ngatari ini mendapat mandat dari pemerintah untuk menjadi perusahaan cangkang alias surviving entity dari merger bank syariah anak usaha bank pelat merah pada Februari 2021.

Adapun aset BRISyariah yang tercatat per Juni 2020 sebesar Rp49,6 triliun, tumbuh 13,1% ketimbang Rp43,1 triliun pada akhir tahun 2019.

4. Bank Muamalat Indonesia

Selanjutnya, peringkat keempat diisi oleh bank syariah pertama di Indonesia, yakni PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Pada paruh pertama tahun ini, perusahaan mencatat total aset sebesar Rp48,6 triliun, turun 3,9% dari catatan aset per Desember 2019 yang sebesar Rp50,5 triliun.

Meskipun demikian, bank ini masih menorehkan kinerja positif, terutama dalam bisnis wealth management hingga mendapat penghargaan internasional sebagai Best Islamic Wealth Management Bank se-Asia Tenggara.

Penghargaan tersebut diberikan belum lama ini oleh Alpha South Asia, sebuah majalah investasi yang berbasis di Hong Kong. Beberapa produk bancassurance unggulan yang dipasarkan oleh Bank Muamalat, yakni asuransi Salam Hijrah Investa, asuransi Hijrah Cendekia, dan asuransi Ahsan.

5. Bank CIMB Niaga Syariah

Bank CIMB Niaga Syariah merupakan unit usaha syariah dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Bank ini memiliki total aset Rp43,1 triliun per semester I 2020. Perolehan tersebut lebih tinggi 1,6% dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang tercatat sebesar Rp42,4 triliun.

Saat ini, bank tersebut dikabarkan tengah melakukan persiapan spin off atau pemisahan dari bank induknya, sekaligus fokus menambah modal untuk naik ke BUKU 3.

Pemisahan atau spin off dilakukan sesuai dengan Undang-Undang nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Disebutkan, bank syariah mesti lepas dari bank induk, dilakukan paling lambat 15 tahun sejak peraturan diberlakukan, yakni 2023.

6. BTN Syariah

Peringkat keenam diisi oleh UUS bank pelat merah alias BTN Syariah, anak usaha dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Bank ini berhasil mencatat pertumbuhan aset 8,9% dari Rp28,3 triliun per akhir tahun 2019, menjadi Rp31,08 triliun per Juni 2020.

Terkait rencana merger bank syariah pelat merah, kali ini BTN Syariah tak dilibatkan dalam aksinya. Bos induk perusahaan alias BTN Pahala N. Mansury pun mengakui, status BTN Syariah yang masih sebagai UUS menjadi salah satu alasannya.

“Semata karena BTN Syariah masih menjadi UUS, belum berstatus BUS,” ungkapnya belum lama ini.

7. Maybank Syariah

Per akhir tahun 2019, aset Maybank Syariah Indonesia sebesar Rp32,6 triliun. Meskipun mencatat penurunan sebesar 8,3% per Juni 2020, perusahaan ini masih membukukan total aset Rp30,1 triliun.

Perolehan ini pun berhasil membuat Maybank Syariah menempati posisi ketujuh sebagai bank syariah beraset terbesar di Indonesia.

Direktur PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) Taswin Zakaria mengatakan, aset dari UUS perusahaannya ini telah berkontribusi sebesar 22,1% dari total funding dan 22,4% dari total financing perseroan.

8. Bank Permata Syariah

Selanjutnya, urutan kedelapan ada Bank Permata Syariah, UUS dari PT Bank Permata Tbk (BNLI). Per semester I 2020, aset yang berhasil dibukukan sebesar Rp21,7 triliun, turun tipis 0,92% dibandingkan akhir tahun lalu sebesar Rp21,9 triliun.

Manajemen Bank Permata memang tengah mempersiapkan untuk spin off. “Namun, saat ini kami masih memprioritaskan agar bisa tumbuh dan sehat selama masa pandemi,” ujar Direktur UUS Bank Permata Herwin Bustaman.

9. Bank BTPN Syariah

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) yang memiliki visi dan misi memberdayakan keluarga prasejahtera ini menjadi bank syariah nomor sembilan dengan aset terbesar. Per semester I 2020, aset yang dimiliki perusahaan sebesar Rp15,27 triliun, turun tipis 0,7% dibandingkan dengan akhir tahun 2019 sebesar Rp15,38 triliun.

Pada pertengahan tahun ini, diketahui BTPN Syariah resmi mendapat restu naik ke BUKU 3 dari OJK dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun.

Dengan menjadi bank BUKU 3, cakupan bisnis BTPN Syariah lebih luas. Sebab bisa melakukan penyertaan sebesar 25% pada lembaga keuangan di dalam dan luar negeri, meski masih terbatas di kawasan Asia.

10. Bank Panin Dubai Syariah

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) terbentuk dari hasil akuisisi Bank Panin atas Bank Harfa dengan bantuan modal dari Dubai Islamic Bank ini mencatat perolehan aset Rp10,6 triliun per semester I-2020. Jumlah tersebut turun 5% dari total aset akhir tahun lalu sebesar Rp11,13 triliun.

Kendati demikian, aset tersebut masih mampu membuat posisi Bank Panin Dubai Syariah ke dalam 10 besar bank syariah terbesar di Indonesia. Saat ini, perseroan tengah mempersiapkan right issue untuk memperkuat modal dengan target bidikan dana sebesar Rp1,5 triliun. (SKO)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *